Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Friday, September 13, 2013

bagaimana jika kamu mengijinkanku jatuh ke pelukanmu?
membiarkan aku berlama- lama disitu
sambil mengusap lembut rambutku
atau sekedar bercerita kecil yang terjadi hari itu
dan candaan yang sebenarnya tak lucu


bagaimana jika tak kamu lepaskan jari- jariku malam itu?
dan membiarkan aku berdiri membeku bersamamu
lalu terbawa hembusan angin dan melenggak- lenggok di langit kelabu


bagaimana  jika kubuatkan kamu sarapan pagi itu?
memenuhi kebutuhan gizimu yang kubuat dengan sepenuh hatiku
lalu menatapimu sambil tersenyum
melihatmu yang melahap habis masakanku


bagaimana jika kita mengobrol sore itu?
membicarakan sejuta kepenatan yang muncul di kesibukanmu
sembari kupijat bahumu

bagaimana jika mata kita tak saling bertemu kala itu?
bisakah kamu membantuku menjawab pertanyaan itu?

Wednesday, August 14, 2013

same old story

we walk in the old town, talk around
about everything has done
it's just you and me
in our world, fairy tale and free
then you start the same old story
and i repeated the stupid thing like usually

you walk with me
we sing our favorite song like we used to be
then a minute i see
i'm just the part of your old story
repeated the same activity like we used to do

we arrived in the limit of our world
and you walk away then left me behind
behind you, you that always head to front
and i stuck on my old town

sometimes you back, for a while
bring your new world and story of yours
and i sit in the corner, listen to the whole part of your own
not the part of you and me
and it's just you and me
or it's only me behind you

Tuesday, July 30, 2013

malam itu

Potret masa lalu melayang, mengambang acak di benakku
tak jelas runtutan tanggal, hari, jam, dan menit yang tlah berlalu
yang aku ingat, kita berpisah di malam itu
kereta yang membawaku pulang dan kamu yang tertegun di depan pintu

kulambaikan tangan, kugambar senyuman
dan perlahan pintu menutup dan membatasi kita
aku tak segera duduk di tempat seharusnya
aku masih tertegun di depan pintu kereta yang menghalangi pertemuan mata kita

kini kau makin jauh di belakang sana
meninggalkan kenangan yang gaduh di penjuru rasa
aku membatu, tak sempat kuberitahu rasa yang hampir membuncah di ubun kepala
kini yang terdengar hanya bising laju kereta
dan suaramu yang samar menggema di seluruh kepala
menyisakan sesak yang bernyawa

Sunday, July 21, 2013

biarkan saja aku jatuh, seperti butir hujan yang kau sentuh
kemudian mengalir lagi dan jatuh lalu meresap di pori tubuhmu
jika kau tak ingin, kau bisa pakai payung
jika kau tak mau, kau bisa seka aku sesenangmu

aku hanya ingin membasahimu dengan butir- butirku
diam- diam meresap di tiap mili ragamu
kemudian mengalir bersama darahmu menuju jantungmu

tapi jika kau tak ingin..

tak apa, aku akan tetap terus jatuh
membasahi sekitarmu
meresapi hal- hal yang mengelilingimu